KATARAK

Posted: Januari 5, 2011 in Uncategorized

Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa terjadi akibat kedua-duanya.

KATARAK KONGENITAL

Defenisi

Katarak congenital adalah katarak yang mulai terjadi sebelum atau segera setelah lahir dan bayi berusia kurang dari 1 tahun.

Epidemiologi

Hamper 50% katarak congenital adalah sporadic dan tidak diketahui penyebabnya.

Etiologi dan Faktor Resiko

Katarak congenital sering ditemukan pada bayi yang dilahirkan oleh ibu-ibu yang menderita penyakit rubella, galaktosemia, homosisteinuri, diabetes mellitus, hipoparatiroidism, homosisteinuri, toksoplasmosis, inklusi sitomegalik dan histoplasmosis.

Patofisiologi

Kekeruhan pada lensa menyebabkan sinar yang dating ke mata mengalami rintangan saat dibiaskan sampai ke retina, sehingga terjadi penurunan tajam penglihatan.

Manifestasi Klinik

Pada pupil mata bayi yang menderita katarak congenital akan terlihat bercak putih atau suatu leukokoria.

Diagnosis

Evaluasi pada Pelayanan Primer

a.       Pemeriksaan posisi dan gerak bola mata

b.      Pemeriksaan visus yang disesuaikan dengan umur

c.       Pemeriksaan segmen anterior dengan senter dan lup, sebelum dan sesudah dilakukan dilatasi pupil dengan tropicamide 0,5%

Diagnosis Banding

Diagnosis banding adalah kelainan lain akibat gangguan refraksi pada anak.

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang adalah

1.     Pemeriksaan riwayat prenatal ibu

2.     Uji reduksi pada urine. Jika pada katarak di dapat hasil positif, mungkin penyebabnya adalah galaktosemia.

3.     Pemeriksaan darah. Ada hubungan katarak congenital dengan diabetes mellitus, kalsium dan fosfor.

Tatalaksana

Tatalaksana pada Pelayanan Primer adalah penderita segera dirujuk ke fasilitas tersier untuk pemeriksaan dan penanganan selanjutnya

Tatalaksana adalah operasi. Operasi dilakukan bila reflex fundus tidak tampak. Biasanya bila katarak bersifat total, operasi dapat dilakukan pada usia 2 bulan atau lebih muda bila telah dapat dilakukan pembiusan.

Pengobatan katarak congenital bergantung kepada:

a.       Katarak total bilateral, sebaiknya pembedahan segera setelah katarak terlihat.

b.      Katarak total unilateral, dilakukan pembedahan 6 bulan sesudah terlihat atau segera sebelum terjadinya juling

c.       Katarak total atau congenital unilateral, prognosis buruk karena mudah terjadi ambliopia, dilakukan pembedahan secepatnya, diberikan kacamata dengan latihan bebat mata

d.      Katarak bilateral partial, pengobatan lebih konservatif, dicoba memakai kacamata, bila terjadi kekeruhan progresif disertai dengan mulainya tanda-tanda juling dan ambliopia maka dilakukan pembedahan. Prognosis lebih baik.

Prognosis

Prognosis visus tergantung dari jenis katarak (unilateral/ bilateral, total/partial) ada tidaknya kelainan mata yang menyertai katarak, tindakan operasi (waktu operasi, teknik operasi, komplikasi operasi) dan rehabilitasi tajam penglihatan pasca operasi.

Umumnya kurang memuaskan. Jika terdapat nistagmus, prognosisnya buruk.

Rujukan

Merujuk penderita ke pelayanan kesehatan mata tersier.

Komplikasi

Komplikasinya adalah ambliopia sensoris, nistagmus dan strabismus. Ambliopia sensoris karena macula lutea tidak cukup mendapat rangsangan sehingga tidak berkembang sempurna.

KATARAK  PADA DEWASA

Jenis jenis

Beberapa jenis katark pada dewasa adalah

1.      Katarak Rubela,

2.      Katarak Senil, adalah semua kekeruhan lensa yang terdapat pada usia lanjut, yaitu usia di atas 50 tahun

3.      Katarak Komplikata, adalah katarak akibat penyakit mata lain seperti radang dan proses degenerasi seperti ablasi retini, retinis pigmentosa, glaucoma, tumor intra ocular, iskemia ocular, nekrosis anterior segmen, buftalmos, akibat suatu trauma dan pasca bedah mata.

4.      Katarak Diabetes, merupakan katarak yang terjadi akibat adanya penyakit diabetes mellitus.

5.      Katarak Sekunder, merupakan katarak yang terbentuk akibat terbentuknya jaringan fibrosis pada sisa lensa yang tertinggal.

Etiologi , Epidemiologi dan Faktor Resiko

Katarak pada penderita dewasa paling sering berkaitan dengan proses degenerasi lensa pada penderita berusia lanjut yaitu di atas 40 tahun (katarak senilis). Katarak pada penderita dewasa ( berusia di atas 18 tahun) selain karena proses degenerasi, juga dapat disebabkan oleh penyakit mata seperti glaucoma, uveitis, trauma mata dan lain-lain, ataupun menderita kelainan sistemik seperti diabetes mellitus, riwayat penggunaan obat-obatan steroid dan lain-lain.

Patofisiologi

Derajat katarak adalah sebagai berikut

1.      Derajat 1, nucleus lunak, biasanya visus masih lebih baik dari 6/12, tampak sedikit keruh dengan warna agak keputihan. Reflex fundus juga masih dengan mudah diperoleh dan usia penderita juga biasanya kurang dari 50 tahun

2.      Derajat 2, nucleus dengan kekerasan ringan, tampak nucleus mulai sedikit berwarna kekuningan, visus biasanya antara 6/12 sampai 6/30. Refleks fundus juga masih mudah diperoleh dan katark jenis ini paling sering memberikan gambaran seperti katarak subkapsularis posterior.

3.      Derajat 3, nucleus dengan kekerasan medium, dimana nucleus tampak berwarna kuning disertai dengan kekeruhan korteks yang berwarna keabu-abuan. Visus biasanya antara 3/60 sampai 6/30.

4.      Derajat 4, nucleus keras, dimana nucleus sudah berwarna kuning kecoklatan dan visus biasanya antara 3/60 sampai 1/60, diamana reflex fundus maupun keadaan fundus sudah sulit dinilai.

5.      Derajat 5, nucleus sangat keras, nucleus sudah berwarna kecoklatan bahkan ada yang sampai berwarna agak kehitaman. Visus biasanya hanya 1/60 atau lebih jelek dan usia penderita sudah di atas 65 tahun. Katark ini sangat keras dan disebut juga brunescent cataract atau black cataract.

Manifestasi Klinik

Manifestasi klinik katarak pada dewasa secara umum adalah

1.      Penurunan visus secara perlahan-lahan

2.      Ukuran kacamata semakin sering mengalami perubahan

3.      Keluhan silau

4.      Kesulitan membaca

Diagnosis

Diagnosis melalui gejala klinis dan ophtalmoscope

Diagnosis Banding

Diagnosis banding adalah penyakit akibat kelainan refraksi pada dewasa lainnya

Tatalaksana

Tatalaksana pada pelayanan kesehatan mata primer adalah

Penatalaksanaan bersifat non bedah, dimana pasien dengan visus >6/12 atau sudah mengganggu untuk melakukan kegiatan sehari-hari berkaitan dengan pekerjaan pasien atau ada indikasi lain untuk operasi.

Prognosis

Prognosis tergantung onset, waktu pengobatan, pengobatan yang adekuat dan penyakit peserta. Pada penderita yang berusia lanjut sering penyakit belum selesai diobati karena penderita telah meninggal usia.

Rujukan

Jika visus <6/12 atau sudah mengganggu untuk melakukan kegiatan sehari-hari bekerjaan dengan pekerjaan, atau ada indikasi lain untuk operasi, maka pasien dirujuk ke dokter spesialis mata pada fasilitas sekunder atau tersier.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s